Ketua DPD LDII Klaten Apresiasi Buku Dr. Ahmad Ali, Sebut Jadi Jembatan Untuk Memahami LDII
KLATEN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Klaten mengikuti Bedah Buku Sistem, Corak dan Model Pendidikan LDII secara daring dari Kantor DPD LDII Kabupaten Klaten, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti secara serentak oleh seluruh DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Tengah melalui studio mini Zoom.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan berbasis karakter yang menanamkan nilai religius, profesional, dan nasionalisme kepada generasi muda. Bedah buku tersebut juga menjadi ruang dialog akademik yang menghadirkan akademisi, pemerintah, aparat, serta tokoh lintas organisasi kemasyarakatan sebagai bentuk penguatan budaya ilmiah, moderasi beragama, dan semangat persatuan dalam membangun Indonesia.
Dari Kantor DPD LDII Kabupaten Klaten, jajaran pengurus LDII mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara virtual, mulai dari pembukaan, sambutan, hingga sesi bedah buku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kodim 0723/Klaten, Binmas Polres Klaten, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Klaten, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klaten, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Klaten, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Klaten, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Klaten, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Klaten, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Sekretaris FKUB Kabupaten Klaten, Perwakilan Kementrian Haji & Umrah, serta Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Klaten.
Kehadiran unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun pendidikan karakter, mempererat kerukunan umat beragama, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui jalur pendidikan.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Alamsah, M.Hum. Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa.
Menurutnya, sistem pendidikan LDII diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki kompetensi secara komprehensif, menguasai soft skills, berkarakter luhur, jujur, disiplin, mampu bekerja sama, serta memiliki semangat kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera.
"Di era yang mengedepankan rasionalitas dan otoritas akademik, pendidikan harus dibangun di atas landasan keilmuan yang kuat. Melalui pendidikan yang baik akan lahir generasi penerus yang mampu menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Sambutan kunci disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E. Dalam paparannya, Dahnil mengapresiasi pendekatan yang dilakukan LDII dalam memperkenalkan organisasi melalui kajian ilmiah dan hasil penelitian para akademisi dari berbagai latar belakang.
"LDII ini pintar dalam melakukan marketing yang baik. LDII mengenalkan organisasinya lewat tangan orang lain, bahkan melalui penelitian para tokoh Nahdlatul Ulama hingga diterbitkan menjadi beberapa buku. Termasuk memakai tangan saya yang berasal dari Muhammadiyah, bahkan juga melalui pemerintah," ujar Dahnil.
Menurutnya, pendekatan berbasis akademik tersebut menunjukkan keterbukaan LDII terhadap kajian ilmiah sekaligus menjadi bentuk dialog yang sehat dalam kehidupan berbangsa.
Dahnil juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Masjid Wali Barokah untuk memastikan secara langsung berbagai informasi yang selama ini berkembang di masyarakat. Dari kunjungannya tersebut, ia mengaku menemukan budaya menjaga kebersihan dan kesucian masjid yang sangat baik.
"Saya membuktikan sendiri bahwa LDII sangat menjaga kebersihan dan kesucian masjid. Bagi LDII, kebersihan merupakan bagian penting dari ajaran agama, sebagaimana hadis yang menyebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman," katanya.
Ia menambahkan, selama ini dirinya kerap menyampaikan di berbagai forum bahwa dialog, kolaborasi, dan kebersamaan yang dibangun LDII bersama Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, pemerintah, serta berbagai elemen bangsa merupakan contoh positif dalam merawat persatuan dan memperkuat kehidupan kebangsaan di tengah keberagaman.
"Terkait penyelenggaraan haji dan umrah yang masih diwarnai praktik koruptif, sudah saatnya semua pihak berbenah. Hentikan menjadikan agama sebagai komoditas. Ibadah harus dikelola dengan integritas, transparansi, dan amanah demi kepentingan umat, bukan untuk keuntungan pribadi." pungkas Dahnil.
Pada sesi utama, buku Sistem, Corak dan Model Pendidikan LDII dipaparkan oleh penulisnya, Dr. Ahmad Ali M.D., M.A. Paparan tersebut mendapat tanggapan dari Dr. K.H. Tafsir, M.Ag., Ibnu Fikri, M.Si., Ph.D., Dr. Rabith Jihan Amaruli, M.Hum., dan Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si., dengan moderator Dr. A.M. Jumai, S.E., M.M. Diskusi berlangsung dinamis dan memberikan perspektif akademik mengenai implementasi sistem pendidikan LDII dalam membentuk generasi yang religius, berintegritas, profesional, serta memiliki wawasan kebangsaan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten Muhammad Sigit Winoto mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen LDII dalam meningkatkan kualitas pembinaan generasi penerus melalui pendidikan yang terstruktur, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
"Melalui bedah buku ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep pendidikan LDII. Materi yang disampaikan menjadi bekal bagi pengurus dalam memperkuat pembinaan generasi penerus agar memiliki karakter profesional religius, berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara LDII dengan pemerintah, TNI-Polri, FKUB, MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dunia akademik, dan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam membangun pendidikan yang tidak hanya mencetak insan berilmu, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan nasionalisme.
"Pendidikan karakter yang berpijak pada nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan akan melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya. (Rizal PM)
Editor :JatengNews
Source : JatengNews