Fathul Minan dan Nur Cholis Sepakat, Pencak Silat Harus Jadi Benteng Karakter Generasi Muda
JATENG NEWS | Klaten (ANTARA) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Klaten menggelar Festival Pencak Silat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 di Gedung Serbaguna Sawahan, Juwiring, Klaten, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang diikuti 432 pesilat muda tersebut menjadi sarana pembinaan atlet, pelestarian budaya, sekaligus pembentukan karakter generasi penerus serta persiapan menghadapi agenda seni bela diri tingkat kabupaten.
Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten Fathul Minan mengatakan festival tersebut merupakan upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya leluhur sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
"Melalui festival ini kami ingin melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan leluhur sekaligus membina karakter generasi muda agar berakhlak mulia, disiplin dalam beribadah, menjauhi larangan agama, dan memiliki daya juang yang tinggi," ujarnya.
Menurut dia, pembelajaran pencak silat sejak usia dini penting untuk menumbuhkan keberanian, kemampuan membela diri, membela kebenaran, serta menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat membela bangsa.
Fathul menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga bela diri, melainkan juga seni budaya yang memiliki empat aspek utama, yakni mental spiritual, olahraga prestasi, seni budaya, dan bela diri.
Sementara itu, Ketua Panitia Nur Cholis mengatakan pencak silat merupakan warisan luhur bangsa yang sarat dengan nilai moral, kedisiplinan, keberanian, dan jiwa kesatria yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan lahir atlet-atlet muda berbakat yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional.
"Pencak silat bukan sekadar olahraga atau ajang kompetisi fisik. Di dalam setiap jurus dan gerakannya terkandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia," katanya.
Sementara itu, Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten Agus Sunardo menjelaskan bahwa festival tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai program pembibitan pesilat sekaligus pembinaan berkelanjutan dari tingkat ranting hingga kabupaten.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter generasi muda agar memiliki akhlak mulia, kemandirian, serta semangat perjuangan yang tinggi.
Selain itu, festival ini juga menjadi bagian dari persiapan para pesilat PERSINAS ASAD dalam menghadapi event seni bela diri yang akan segera diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Klaten dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222.
"Selain pembinaan, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi dan persiapan pesilat untuk tampil pada event IPSI Kabupaten Klaten. Harapannya mereka mampu berprestasi dan membawa nama baik organisasi," ujarnya.
Festival yang mengusung tema "Berjiwa Besar Menjadi Pendekar, Berbudi Luhur Nasihat Leluhur" itu juga dihadiri jajaran Dewan Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, H. Suratno, H. Arif, dan H. Yatimin, Sesepuh PERSINAS ASAD Mbah Walijo, serta pengurus PERSINAS ASAD se-Kabupaten Klaten.
Kehadiran Mbah Walijo turut menambah semangat dan antusiasme para pesilat cilik yang mengikuti festival. Para peserta berasal dari delapan Penggerak Pembina ASAD (PPA) yang mewakili 26 Pengurus Kecamatan (Pengcam) se-Kabupaten Klaten dan bertanding dalam sembilan kategori perlombaan.
Melalui festival tersebut, PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten berharap dapat terus melahirkan generasi pesilat yang berprestasi, berkarakter luhur, serta mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. (Humas ASAD Jateng)
Editor :JatengNews
Source : JatengNews