Pelantikan Persinas ASAD Surakarta 2026–2031: Menjahit Prestasi, Meneguhkan Karakter
Persinas ASAD Surakarta Resmi Dilantik, Perkuat Sinergi Lewat MoU dengan Senkom Mitra Polri
H. Suharno, S.Kar menerima SK kepengurusan Persinas periode 2026 - 2031 dari Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd
JATENGNEWS | SURAKARTA – Perguruan Pencak Silat Nasional Persinas ASAD yang berdiri sejak 30 April 1993 kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi pembinaan karakter dan prestasi. Momentum itu ditandai dengan pelantikan Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Surakarta masa bakti 2026–2031 yang dirangkai dengan peneguhan kerja sama (MoU) bersama Senkom Mitra Polri.
Acara berlangsung khidmat pada Senin (16/1/2026) di D’Gondangrejo, Jl. Solo–Purwodadi, Jetak, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Meski langit malam tampak mendung, suasana di dalam ruangan terasa hangat oleh semangat kebersamaan lintas organisasi dan perguruan.
Dalam prosesi tersebut, H. Suharno, S.Kar kembali dipercaya memimpin Persinas ASAD Surakarta. Amanah ini menjadi penegasan atas konsistensinya membangun organisasi berbasis pembinaan generasi muda.
“Kami berkomitmen membawa Persinas ASAD Surakarta naik kelas, baik di level regional maupun nasional. Amanah ini hanya bisa dijalankan dengan kerja keras, sinergi, dan kekompakan,” tegas Suharno.

Bukan Sekadar Medali
Suharno menekankan, pencak silat bukan hanya soal podium dan kejuaraan. Lebih dari itu, perguruan harus menjadi ruang pembentukan akhlak, kesehatan, dan kedisiplinan.
Menurutnya, mayoritas kader Persinas ASAD saat ini adalah generasi muda dan kalangan wirausaha. Energi produktif ini dinilai sebagai modal besar untuk mendorong kemandirian organisasi, termasuk dalam tata kelola anggaran dan sistem latihan yang lebih modern.
“Kita sudah membuktikan, meski dengan keterbatasan, prestasi tetap lahir. Jika manajemen semakin rapi dan terstruktur, lompatan prestasi bukan hal yang mustahil,” ujarnya optimistis.
Ia juga mengajak seluruh perguruan menjaga suasana rukun dan solid demi nama baik organisasi serta Kota Surakarta.

Lima Pilar Kepemimpinan
Pelantikan dihadiri Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd., bersama Sekretaris Muhsin Hidayat. Dalam arahannya, Sutiyono menegaskan lima pilar utama kepemimpinan:
Jiwa Ngawulo (Pengabdian)
Integritas dan Transparansi
Penguasaan Empat Aspek Pencak Silat (mental-spiritual, seni budaya, bela diri, olahraga)
Modernisasi dan Inovasi
Penguatan Karakter dan Disiplin
Menurutnya, tantangan organisasi saat ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjawab dinamika generasi milenial dan Gen Z yang serba cepat dan adaptif terhadap teknologi.

Sinergi Lintas Organisasi
Turut hadir Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, yang mengapresiasi kolaborasi antarperguruan.
Hadir pula Ketua DPD LDII Surakarta, H. Muhammad Zain, S.H., M.H., serta Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surakarta, H. Yusuf Erwansyah A.Md
Yusuf Erwansyah menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan integritas dan dedikasi tinggi.
“Semoga di bawah kepemimpinan H. Suharno, Persinas ASAD semakin solid dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari tingkat daerah hingga internasional,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Surakarta, Tri Handoko, A.Md., mewakili Ketua Cabang Darminto, S.E. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan untuk membawa nama Solo ke panggung yang lebih luas.
Selain PSHT, tampak hadir perwakilan perguruan seperti Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Perisai Diri, Merpati Putih, dan Pagar Nusa—menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas aliran di Kota Surakarta.
Menuju Kebangkitan Kota Budaya
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pesilat dari Kota Budaya. Fokus pada modernisasi sistem latihan, inovasi manajemen, serta penguatan karakter menjadi prioritas utama.
Dengan komposisi pengurus yang didominasi energi muda dan ditopang tokoh senior, Persinas ASAD Surakarta optimistis mampu mencetak atlet yang tak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berakhlakul karimah dan berintegritas tinggi.
Di tengah perubahan zaman, satu pesan mengemuka: pencak silat bukan sekadar olahraga. Ia adalah warisan budaya yang harus dirawat dengan prestasi, persaudaraan, dan karakter. (Ghoni)
Editor :JatengNews
Source : Istimewa