Senkom Karanganyar siapkan gedung dan kantor FORSGI. Peletakan batu pertama direncanakan November,
Senkom Karanganyar Siapkan Gedung Bersama Kantor FORSGI pada 2027
Dari kegiatan Temu Kangen Nyambung Roso, Senkom Karanganyar membawa pesan bahwa kebersamaan tidak berhenti pada pertemuan, (foto; Ai)

JATENGNEWS | KARANGANYAR — Konsolidasi organisasi tidak cukup hanya mempertemukan anggota. Dibutuhkan program nyata, kemandirian, dan fasilitas yang mampu menopang keberlanjutan pengabdian. Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Temu Kangen Nyambung Roso dan Doa Bersama sekitar 1.000 anggota Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngargoyoso, Minggu (1/11/2026).
Pertemuan yang melibatkan anggota dari 17 kecamatan tersebut bukan sekadar ajang mempererat persaudaraan. Ketua Senkom Mitra Polri Karanganyar, H. Joko Sutrisno, S.H., M.M., sekaligus menyampaikan agenda besar organisasi berikutnya: pembangunan gedung Senkom Karanganyar dan kantor FORSGI.
Rencana pembangunan tersebut dijadwalkan mulai dipersiapkan pada November 2026. Setelah proses pembongkaran dan penyelesaian aspek legalitas, peletakan batu pertama direncanakan dilakukan oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto.
Joko menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan sehingga gedung diupayakan selesai dan diresmikan pada Januari 2027.
Dari Konsolidasi Menuju Pembangunan
Joko menjelaskan, pembangunan fasilitas organisasi merupakan bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan keberlanjutan program Senkom di Kabupaten Karanganyar. Ia mengajak seluruh anggota ikut merasa memiliki serta berpartisipasi dalam mewujudkan rencana tersebut.
Salah satu bentuk partisipasi yang ditawarkan adalah gotong royong melalui sumbangan sukarela setara satu sak semen dengan perkiraan nilai Rp50.000 per anggota.
Dengan asumsi 1.000 anggota berpartisipasi, potensi dukungan tersebut dapat mencapai Rp50 juta. Menurut Joko, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada jumlah personel, tetapi juga kemampuan menggerakkan anggota untuk bekerja bersama.
Ia juga menyebut dukungan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu modal pembangunan. Rencana tersebut telah disampaikan kepada pembina organisasi untuk mendapatkan arahan dan dukungan.

Ketahanan Pangan, Bukti Anggota Bisa Bergerak
Dalam kesempatan itu, Joko turut mengevaluasi program kerja Senkom sepanjang 2026. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah gerakan menanam cabai atau lombok yang dimulai sejak Januari.
Setiap anggota didorong menanam sedikitnya 10 polybag cabai sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberdayakan keluarga.
Program tersebut mencapai momentum panen raya pada 21 Maret 2026 yang juga diisi perlombaan hasil penanaman.
Joko menilai keberhasilan program bukan semata-mata terletak pada hasil panen, melainkan kemampuan organisasi menggerakkan ratusan anggota untuk melakukan kegiatan produktif secara serentak.
Menurutnya, gerakan tersebut bahkan mendapat perhatian positif dari Bupati Karanganyar dan unsur terkait bidang pertanian.
Lima Bekal Spiritual Perjuangan
Selain konsolidasi program, kegiatan di Tahura Ngargoyoso juga diisi pesan spiritual dari pembina Senkom asal Jawa Timur, KH Anshoridin.
Dalam wejangannya, ia menyampaikan lima fondasi penting dalam menjalankan perjuangan organisasi, yakni benar, kendel atau berani, sabar, bermodal, dan mukhlis.
Prinsip benar berarti berpegang pada tuntunan Al-Qur'an dan Hadis. Kendel mengajarkan keberanian menghadapi tantangan, sabar berarti tidak mudah menyerah, bermodal menekankan kesiapan sumber daya, sedangkan mukhlis mengingatkan pentingnya menjaga niat karena Allah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun organisasi membutuhkan perpaduan antara kemampuan, keberanian, kesabaran, dukungan sumber daya, dan ketulusan.
Rencana pembangunan gedung Senkom dan kantor FORSGI menjadi pekerjaan besar berikutnya bagi keluarga besar Senkom Karanganyar. Target peletakan batu pertama pada November 2026 dan peresmian Januari 2027 kini membutuhkan dukungan serta gotong royong seluruh anggota.
Dari kegiatan Temu Kangen Nyambung Roso, Senkom Karanganyar membawa pesan bahwa kebersamaan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi harus diwujudkan menjadi karya dan manfaat yang dapat dirasakan bersama.
Rukun Itu Kekuatan, Kompak Itu Keunggulan, Semua Hebat Karena Bersama.
(Ghoni)
Editor :JatengNews
Source : Istimewa







