Bundo Kanduang Turut Ambil Peran, Suasana Kurban 1447H IKM Kota Surakarta Penuh Kekeluargaan
Bundo Kanduang DPD IKM Kota Surakarta turut berpartisipasi pada Idul Adha 1447 Hijriyah 2026 Masehi. Foto: Humas
Surakarta — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPD IKM) Kota Surakarta kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui pelaksanaan rangkaian Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Tauhid Pabelan Kartasura.
Masjid tersebut berada di bawah naungan Yayasan Minang Saiyo Solo Raya yang setiap tahunnya berkolaborasi bersama DPD IKM Kota Surakarta dalam pelaksanaan kegiatan kurban dan berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Iduladha yang digelar pada Selasa (27/5) dan diikuti warga Minang Solo Raya bersama masyarakat sekitar. Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan tampak mewarnai pelaksanaan ibadah tersebut.
Selanjutnya, pada hari kedua Iduladha, Rabu (28/5), panitia melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban di halaman Masjid Tauhid Pabelan. Pada tahun ini, panitia berhasil menyembelih empat ekor sapi, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah tiga ekor sapi.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat menggunakan sistem kupon guna memastikan pembagian berlangsung tertib, merata, dan tepat sasaran.
Ketua Panitia Kurban, Yusuf Datuk, mengatakan sistem kupon diterapkan untuk mempermudah koordinasi distribusi sekaligus menjaga ketertiban selama proses pembagian berlangsung.
“Melalui sistem kupon, pembagian daging kurban dapat berjalan lebih terstruktur sehingga masyarakat yang berhak menerima bisa terlayani dengan baik,” ujar Yusuf yang juga menjabat Wakil Ketua DPD IKM Kota Surakarta.

Selain keterlibatan para panitia dan relawan, semangat kebersamaan juga tampak dari peran aktif Bundo Kanduang Minang Solo Raya yang turut membantu dalam prosesi pelaksanaan kurban. Kaum ibu tersebut terlihat bergotong royong menyiapkan konsumsi, memasak, serta melayani makanan bagi seluruh warga dan tamu yang hadir selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran Bundo Kanduang menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi kebersamaan masyarakat Minangkabau di perantauan. Suasana kekeluargaan pun semakin terasa ketika para perantau Minang dan masyarakat sekitar menikmati hidangan bersama usai pelaksanaan kegiatan kurban.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Yayasan Minang Saiyo Solo Raya Goesti Hadi, Ketua DPD IKM Kota Surakarta Yunaldi Efendi, Sekretaris Buyung M. Faiza, Bendahara Yanuar, pengurus Takmir Masjid Tauhid, serta dunsanak Minang Solo Raya dari berbagai komunitas perantau Minang.
Sejumlah tokoh Minang Solo Raya juga tampak hadir, di antaranya H. Epi Rizandi, H. Mulyadi Badiamin, Letkol ADM Osvandry, S.Pd., M.M. yang menjabat Kepala Sekretariat Lanud Adi Soemarmo sekaligus Widyaiswara Pratama, serta H. Maskur.
Kehadiran para tokoh dan masyarakat perantau Minang tersebut menambah semangat para panitia dan relawan yang bergotong royong sejak pagi hari demi kelancaran kegiatan.
Ketua DPD IKM Kota Surakarta Yunaldi Efendi berharap jumlah hewan kurban yang dihimpun pada tahun-tahun mendatang terus meningkat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Semoga ke depan jumlah hewan kurban terus bertambah sehingga lebih banyak masyarakat yang menerima manfaat, sekaligus memperkuat keberadaan dan kontribusi perantau Minang di Solo Raya,” katanya.
Menurut dia, pelaksanaan kurban bukan hanya bentuk ibadah semata, namun juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat kepedulian sosial antara perantau Minangkabau dan masyarakat sekitar.
Semangat kebersamaan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan falsafah Minangkabau “dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang”, yakni di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, sebagai wujud kemampuan perantau Minang membaur dan memberi manfaat bagi lingkungan tempat tinggalnya. (Rizal Putra Milda)
Editor :JatengNews
Source : JatengNews