ROCK’N NOVEMBER di Nawa Bistro Solo menyatukan musisi lintas generasi dan komunitas untuk menjaga ek
Rock’n November Satukan Musisi Solo Raya, Rawat Napas Rock
Ketua Panitia ROCK’N NOVEMBER, Sri Wahyudi, didampingi S. Eko Darsono

SOLO – Musik rock kembali menemukan panggung kebersamaannya di Kota Solo. Bukan sekadar menghadirkan dentuman gitar dan hentakan drum, ROCK’N NOVEMBER menjadi ruang silaturahmi sekaligus ajang mempertemukan musisi lintas generasi untuk menjaga eksistensi musik rock di Solo Raya.
Digelar di Nawa Bistro, Solo, Jumat (6/11/2026) malam, acara ini menghadirkan sejumlah penampil, di antaranya Jet Voice, D'Diamondz, The V-Mily, Priscilla, AI, Yuyun Blawong, Glen Chavalera, dan Lilik Lintas Jaman. Deretan penampil tersebut memberikan warna tersendiri dalam perayaan musik yang mengusung semangat klasik rock.
Ketua Panitia ROCK’N NOVEMBER, Sri Wahyudi, didampingi S. Eko Darsono, mengatakan kegiatan ini berangkat dari keinginan menyatukan musisi dan komunitas yang selama ini berkembang di berbagai lingkungan.
Menurutnya, musik rock memiliki akar penggemar yang kuat di Solo Raya. Potensi tersebut perlu dirawat melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi para musisi untuk saling mengenal, berkolaborasi, dan menunjukkan kemampuan.
"Sejak awal tujuan kami ingin mempersatukan musisi-musisi Solo Raya. Musik rock sudah menjiwai masyarakat di sini. Kami ingin klasik rock kembali memiliki tempat dan menjadi warna tersendiri di Kota Solo," ungkap Sri Wahyudi.
Merangkul Musisi dari Berbagai Daerah
ROCK’N NOVEMBER tidak hanya berorientasi pada penampilan musisi lokal. Panitia juga membuka ruang kolaborasi dengan menghadirkan musisi dari luar daerah, termasuk Surabaya dan Semarang.
Salah satu penampil yang mendapat perhatian adalah Check Point, yang turut memperkaya pertemuan antarmusisi melalui pengalaman dan karakter bermusik yang berbeda.
Panitia berupaya merangkul berbagai kelompok musik, baik komunitas senior maupun generasi muda. Bagi mereka, setiap musisi memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam menjaga kehidupan musik di Solo Raya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi jembatan untuk memperluas jejaring persahabatan antarkomunitas. Musik tidak lagi sekadar menjadi aktivitas panggung, tetapi juga sarana membangun komunikasi dan solidaritas.

Menjaga Rock Tetap Hidup di Generasi Muda
Lebih jauh, Sri Wahyudi berharap ROCK’N NOVEMBER dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang. Ke depan, panitia membuka peluang memperluas jangkauan kegiatan dengan melibatkan komunitas musik dari berbagai kota, termasuk Jakarta.
Ia menegaskan, pelestarian musik rock membutuhkan keterlibatan semua pihak. Generasi muda perlu diberi kesempatan mengenal, menikmati, sekaligus mengembangkan musik yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah musik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, panitia ingin menunjukkan bahwa musik rock tidak berhenti sebagai nostalgia. Selama komunitas tetap bergerak, musisi saling mendukung, dan ruang berekspresi terus tersedia, musik rock akan selalu memiliki kesempatan untuk tumbuh.
ROCK’N NOVEMBER pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar pertunjukan musik: sebuah gerakan kebersamaan untuk menjaga warisan musikal sekaligus menyiapkan masa depan komunitas rock Solo Raya. (Ghoni)
Editor :JatengNews
Source : Istimewa







