Cegah Kericuhan, Kapolsek Pedan Bersama Koramil Amankan Mediasi di SPBU Troketon
JATENG NEWS | PEDAN, KLATEN (19/09/2026) - Suasana di SPBU Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, mendadak menjadi pusat perhatian warga pada Sabtu sore (19/09). Puluhan unit ambulans tampak memadati area SPBU, menyusul adanya kesalahpahaman komunikasi terkait pelayanan.
Informasi awal yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian bermula dari adanya miskomunikasi antara petugas SPBU dengan salah satu relawan ambulans yang akan melakukan pengisian BBM.
Untuk mencegah meluasnya kerumunan dan menjaga situasi tetap kondusif, Kapolsek Pedan AKP Nyoto, S.H., M.H. bersama personel gabungan Koramil 04/Pedan langsung bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan pengamanan.
"Saya dan Personel Polsek Pedan langsung terjun kelokasi untuk melakukan pengamanan dan mediasi. Kami pastikan situasi aman dan terkendali. Kami masih mengumpulkan keterangan dari kedua belah pihak untuk memperjelas duduk persoalannya," ujar AKP Nyoto di lokasi kejadian.
Kedatangan puluhan ambulans ke SPBU Troketon dipicu persoalan pengisian BBM jenis Pertalite yang dialami salah satu pengemudi ambulans saat membawa pasien dalam kondisi darurat dari RSU Mitra Husada Pedan menuju Solo.

Ketua Sedulur Ambulans Klaten (SAK), Khusni Thamrin, mengatakan kedatangan rekan-rekan ambulans ke lokasi hanya untuk meminta penjelasan langsung kepada pihak SPBU terkait informasi yang diterima sebelumnya.
"Jadi pada sore hari ini kita hanya konfirmasi dengan pihak SPBU di Troketon ini, tentang informasi kesalahpahaman dengan teman-teman terkait pengisian bahan bakar Pertalite," jelasnya, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Khusni, persoalan bermula ketika seorang anggota SAK yang tengah bertugas membawa pasien emergency hendak mengisi bahan bakar.
"Teman kami mau mengisi, tapi diberikan alasan habis. Sementara kita lihat pengisian Pertalite untuk motor masih terus berjalan. Kita ingin hal ini bisa diselesaikan secara baik dengan meminta penjelasan kepada pihak SPBU," ucapnya.
Pantauan hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar SPBU Troketon berangsur kondusif dan dalam pemantauan aparat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang humanis di ruang pelayanan publik. Pelayanan yang mengedepankan senyum, sapa, salam, serta penyampaian informasi dan regulasi, termasuk peraturan dari Pertamina, dengan bahasa yang baik, sopan, dan santun, sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan konsumen, khususnya para relawan kemanusiaan yang sedang bertugas. (Rpm)
Editor :JatengNews
Source : Jateng News