Rumah Makan Padang MAK UNCU Resmi Buka Cabang Ketiga di Klaten, Dihadiri Tokoh Perantau Minang
Owner RM. MAK UNCU, Mul Bagindo Mudo
JATENG NEWS | KLATEN – Tradisi merantau masyarakat Minangkabau kembali melahirkan kisah sukses di dunia kuliner. Rumah Makan Padang RM. MAK UNCU resmi membuka cabang ketiganya di Pulau Jawa pada Rabu (5/8/2026) di Jalan Wonosari, Tinggen, Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kehadiran rumah makan ini menjadi bukti semangat para perantau Minang dalam melestarikan cita rasa autentik Sumatera Barat sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat di berbagai daerah.
Sehari sebelum pembukaan resmi, tepatnya pada Selasa malam (4/8/2026), owner RM. MAK UNCU, Mul Bagindo Mudo, terlebih dahulu menggelar tasyakuran dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan atas dibukanya cabang ketiga RM. MAK UNCU di tanah Jawa. Suasana penuh keakraban dan nuansa kekeluargaan khas perantau Minang begitu terasa dalam acara yang berlangsung sederhana namun khidmat tersebut.
Acara tasyakuran dihadiri para tokoh masyarakat Minangkabau yang berdomisili di Klaten, Solo, Sukoharjo, Yogyakarta, dan daerah sekitarnya. Selain itu, Mul Bagindo Mudo juga mengundang warga sekitar lokasi rumah makan sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat setempat. Turut hadir pula mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Sejumlah tokoh perantau Minang tampak hadir dalam malam tasyakuran tersebut, di antaranya Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Solo Raya, Ganto Suaro, Uda Anton selaku owner RM. Chaniago Sukoharjo, Uda Arman selaku owner Sate Padang Asli Seturan Yogyakarta, Uda Rizal Malin Kayo, serta sejumlah tokoh dan perantau Minang lainnya. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan dan kebersamaan sesama perantau dalam menyukseskan pembukaan RM. MAK UNCU sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat Minangkabau di perantauan.
RM. MAK UNCU merupakan usaha kuliner milik perantau Minang, Mul Bagindo Mudo, yang berkomitmen menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa autentik. Berbekal pengalaman dan kecintaan terhadap kuliner kampung halaman, ia terus mengembangkan usahanya hingga kini memiliki tiga cabang di Pulau Jawa.
Berbagai menu khas Minangkabau disajikan dengan racikan bumbu pilihan dan rempah-rempah asli Nusantara. Mulai dari rendang daging, gulai ayam, ayam balado, gulai tunjang, gulai cincang, dendeng balado, ayam pop, ikan bakar, daun singkong, sambal hijau, hingga aneka lauk khas Padang lainnya yang dimasak menggunakan resep turun-temurun. Seluruh hidangan disiapkan untuk menghadirkan rasa yang autentik sehingga pelanggan dapat menikmati sensasi kuliner layaknya berada di Ranah Minang.
Mul Bagindo Mudo mengatakan, pembukaan cabang di Kabupaten Klaten merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan usaha sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Sumatera Barat kepada masyarakat Jawa Tengah.
"Kami ingin menghadirkan masakan Padang yang benar-benar bercita rasa Minang. Tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga membawa nilai budaya, keramahan, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Semoga RM. MAK UNCU dapat diterima masyarakat Klaten dan menjadi tempat bersilaturahmi bagi para perantau maupun seluruh pecinta kuliner," ujarnya.
Pembukaan cabang ketiga RM. MAK UNCU tidak hanya menjadi momentum pengembangan usaha kuliner, tetapi juga menjadi simbol eratnya persaudaraan masyarakat Minangkabau di tanah rantau. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan saling mendukung yang menjadi falsafah hidup masyarakat Minang tampak nyata melalui kehadiran para tokoh perantau yang memberikan doa dan dukungan atas berdirinya rumah makan tersebut.
Dengan dibukanya cabang ketiga di tanah Jawa, RM. MAK UNCU diharapkan semakin memperkuat eksistensi kuliner Minangkabau di Indonesia.
Kehadirannya tidak hanya menjadi tempat menikmati hidangan lezat, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarperantau Minang dan masyarakat luas, sejalan dengan falsafah Minangkabau, "Lamak di awak, katuju di urang", yakni sesuatu yang baik bagi diri sendiri juga diharapkan membawa manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain. (Rizal PM)
Editor :JatengNews
Source : JatengNews