Singgih Januratmoko: Biaya Haji Tahun Depan Kemungkinan Naik!
JATENG NEWS | Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar dan sukses. Meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis, namun dapat diatasi dengan baik. Ia juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah, para pendamping, tenaga medis, dan para petugas haji.
Hal tersebut ia ungkapkan saat sosialisasi ibadah haji, di Sleman, Sukoharjo, dan Klaten pada 20-21 Juni 2026, “Dari program prioritas Presiden Prabowo, pelaksanaan haji menjadi unggulan karena berhasil meningkatkan kualitas pelayanan. Namun Presiden meminta untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan, berorientasi pada keselamatan, dan menjaga konsistensi,” papar Singgih Januratmoko.
Menurut Singgih, penyelenggaraan haji menunjukkan hasil positif. Sejumlah persoalan yang sempat muncul, seperti akomodasi hotel, layanan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), serta katering, tidak sampai mengganggu pelaksanaan ibadah jamaah, "Alhamdulillah penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar. Memang ada beberapa kendala seperti hotel, Armuzna, dan katering, tetapi pelayanan kepada jamaah tetap baik. Bahkan hotel yang lokasinya jauh tetap dilayani dengan baik," kata Singgih dalam kegiatan evaluasi penyelenggaraan haji di Klaten pada Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan, kualitas akomodasi jamaah di Madinah tahun ini juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya tidak semua jamaah mendapatkan hotel dengan fasilitas terbaik, pada musim haji 2026 beberapa kelompok terbang (kloter) dapat menempati hotel berbintang lima.
Terkait konsumsi jamaah, Singgih menyebut biaya katering tahun ini berkisar 13 riyal per porsi, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15 hingga 17 riyal. Namun demikian, pelayanan konsumsi justru mengalami peningkatan kualitas, dibandingkan sebelumnya, “Soal kepadatan Arafah dan Mina memang sering jadi masalah, namun Kementerian Haji dan Umrah memiliki komitmen untuk memperbaiki pada penyelenggaraan tahun berikutnya,” tegas Singgih.
Salah satu perhatian utama adalah layanan tanazul atau perpindahan jamaah haji. Dari sekitar 60.000 pengajuan untuk tanazul yang diurus pemerintah Indonesia, pemerintah Arab Saudi hanya menyetujui sekitar 20 ribu jamaah, "Ke depan layanan tanazul perlu ditingkatkan. Selain itu, pengetatan istitaah kesehatan juga harus dilakukan karena tahun ini masih terdapat hampir 400 jamaah Indonesia yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji," ujarnya.
Singgih juga memperkirakan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun depan berpotensi mengalami kenaikan. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya harga avtur yang membuat pemerintah harus memberikan subsidi hingga sekitar Rp1,5 triliun, "Biaya haji kemungkinan naik karena harga avtur meningkat. Selain itu, skema paket layanan juga akan mengalami perubahan," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Jawa Tengah, Fitriyanto, menyampaikan penyelenggaraan haji tahun 2026 secara umum berlangsung tanpa kendala berarti. Ia menjelaskan, dari embarkasi Solo terdapat 29.116 calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat. Namun, sebanyak tiga orang batal berangkat karena alasan kesehatan, kehamilan, dan demensia, sehingga jumlah jamaah yang berangkat sebanyak 29.113 orang, "Hari ini kami tidak mendengar isu-isu sensitif terkait penyelenggaraan haji. Kendala yang ada dapat diatasi dengan baik sehingga pelaksanaan ibadah berjalan lancar," ujar Fitriyanto.
Menurutnya, pemerintah akan memperketat penerapan istitaah kesehatan bagi calon jamaah haji pada tahun-tahun mendatang. Selain itu, daftar jamaah yang berhak berangkat pada tahun 2027 akan diumumkan lebih awal agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kesehatan, paspor, dan berbagai persyaratan lainnya, "Kami juga mengajak KBIHU dan IPHI untuk bersama-sama memberikan layanan dan perlindungan kepada jamaah agar mereka dapat menjalankan ibadah secara sah dan sehat," katanya.
Fitriyanto memastikan distribusi kartu nusuk tahun ini berjalan lancar. Seluruh jamaah menerima kartu tersebut saat berada di asrama haji, sehingga tidak terjadi persoalan terkait akses transportasi maupun layanan selama di Arab Saudi. Untuk Kabupaten Klaten, ia menilai pelaksanaan haji berlangsung sangat baik sejak keberangkatan hingga kepulangan jamaah. Dari 1.113 jamaah asal Klaten yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini, tercatat tiga orang meninggal dunia.
Pada kesempatan itu, Fitriyanto juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah. Ia mengimbau calon jamaah menggunakan biro yang berizin, bonafide, dan terpercaya, "Jangan mudah tergiur penawaran dari biro yang hanya memiliki tenaga pemasaran di daerah tetapi kantor pusatnya tidak jelas. Pastikan memilih biro yang resmi dan terpercaya," tegasnya.
Editor :JatengNews
Source : JatengNews