Piala Bupati Klaten 2026, Pengcam PERSINAS ASAD Pedan Tampil Solid Bersama Ribuan Suporter
Suporter PERSINAS ASAD turut meriahkan festival kejuaraan pencak silat piala Bupati Klaten di GOR Gelarsena
Klaten (27/6) – PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten ambil bagian dalam Festival dan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Piala Bupati Klaten 2026 yang digelar di GOR Gelarsena Klaten pada 26–28 Juni 2026. Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten dan diikuti berbagai perguruan pencak silat dari seluruh wilayah Kabupaten Klaten.
Festival dan Kejurkab Pencak Silat Piala Bupati Klaten 2026 ini digelar atas kerja sama Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dengan seluruh perguruan pencak silat se-Kabupaten Klaten yang berada di bawah naungan IPSI Kabupaten Klaten. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, pembinaan atlet, sekaligus upaya pelestarian seni budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.
Tercatat sebanyak 18 perguruan pencak silat aktif turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut dengan total 697 atlet yang akan bertanding pada berbagai kategori selama tiga hari pelaksanaan. Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda pencak silat terbesar di Kabupaten Klaten tahun 2026.
Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Agus Sunardo, melalui pesan singkat kepada awak media menyampaikan bahwa pihaknya mengirimkan total 62 pesilat untuk mengikuti kategori tanding dan seni tunggal.
“Alhamdulillah, PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten turut berpartisipasi dalam Festival dan Kejurkab Pencak Silat Piala Bupati Klaten 2026. Sebanyak 62 pesilat kami turunkan pada kategori tanding dan seni tunggal,” ujar Agus Sunardo.
Ia menjelaskan, para peserta berasal dari berbagai jenjang usia, terdiri atas 19 pesilat tingkat Sekolah Dasar (SD), 25 pesilat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 18 pesilat tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari jumlah tersebut, Pengurus Kecamatan (Pengcam) PERSINAS ASAD Pedan mengirimkan 12 pesilat yang siap berlaga pada berbagai kategori yang dipertandingkan.
Selain menurunkan puluhan atlet, Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten juga mengerahkan 350 suporter bersama ribuan suporter perguruan silat lainnya untuk memberikan dukungan dan menyemarakkan pelaksanaan festival.
“Sebenarnya keluarga besar PERSINAS ASAD bisa mengirimkan ribuan suporter untuk hadir dan memberikan dukungan kepada para atlet. Namun karena keterbatasan kapasitas tempat dan demi kenyamanan seluruh peserta, jumlah suporter yang hadir kami batasi sebanyak 350 orang,” jelas Agus.
Menurutnya, kehadiran ratusan suporter tersebut merupakan bentuk dukungan moril kepada para pesilat sekaligus partisipasi aktif dalam menyukseskan Festival dan Kejurkab Pencak Silat Piala Bupati Klaten 2026.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Fathul Minan, menegaskan bahwa keikutsertaan PERSINAS ASAD dalam Festival dan Kejurkab Pencak Silat Piala Bupati Klaten 2026 merupakan bentuk komitmen organisasi untuk terus mendukung program pembinaan olahraga pencak silat yang dijalankan IPSI Kabupaten Klaten serta Pemerintah Kabupaten Klaten.
“Keikutsertaan PERSINAS ASAD dalam festival ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus mendukung IPSI Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengembangkan, membina, serta melestarikan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa,” tegas Fathul Minan.
Ia menambahkan bahwa festival pencak silat tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian budaya bangsa dan pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui festival ini kita melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan luhur nenek moyang sekaligus membina karakter generasi muda agar memiliki akhlak mulia, disiplin dalam beribadah, tertib dalam kehidupan sehari-hari, menjauhi larangan agama, serta memiliki daya juang yang tinggi,” katanya.
Menurut Fathul Minan, pembinaan pencak silat sejak usia dini penting untuk menumbuhkan keberanian, kemampuan membela diri, membela kebenaran, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dan bangsa.

Ia juga berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi, tetapi juga seni budaya yang harus terus dilestarikan. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang mampu membentuk generasi muda yang kuat secara fisik, mental, dan spiritual.
“Pencak silat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berprestasi sekaligus meningkatkan iman dan takwa. Ada empat aspek utama yang menjadi ruh pencak silat, yakni aspek mental spiritual, aspek olahraga prestasi, aspek seni budaya, dan aspek bela diri. Keempat aspek tersebut harus berjalan seimbang dalam proses pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap melalui festival ini masyarakat semakin mencintai pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembentukan karakter generasi penerus.
“Melalui festival ini kami berharap lahir generasi penerus yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki karakter luhur, cinta budaya bangsa, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Festival dan Kejurkab Pencak Silat Piala Bupati Klaten 2026 diharapkan menjadi momentum pembinaan atlet usia dini sekaligus penguatan eksistensi pencak silat sebagai olahraga, seni budaya, dan sarana pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Klaten.
Keikutsertaan 62 pesilat serta dukungan 350 suporter PERSINAS ASAD menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam mendukung IPSI, Pemerintah Kabupaten Klaten, serta mencetak generasi pesilat yang berprestasi, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat Indonesia. (Humas ASAD Jateng)
Editor :JatengNews
Source : JatengNews