Sengketa Fasum Gondang Permai Memanas, Pengukuran BPN Karanganyar Resmi Ditunda
RAT KSPPS Al Fath Winong Barokah Tetapkan Suparman Kembali Pimpin Koperasi Periode 2026–2031
Drs. H. Suparman, S.H., BKP memberikan sambutan setelah terpilih kembali menjadi ketua BMT KSPPS Al Fath Winong Barokah periode 2026 - 2031
JATENGNEWS | SURAKARTA — Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Al Fath Winong Barokah berlangsung hangat dan demokratis di Gedung de’LIMA Sekarpace, Jebres, Solo, Minggu (8 Februari 2026). Agenda penting RAT kali ini tidak hanya membahas laporan kinerja, tetapi juga pemilihan ketua koperasi untuk masa bakti 2026–2031.
Dari proses pemungutan suara yang diikuti 101 anggota, Drs. H. Suparman, S.H., BKP kembali dipercaya memimpin KSPPS Al Fath Winong Barokah setelah meraih 51 suara, mengungguli tiga kandidat lainnya, yakni Bani Utomo, S.H., Imam Rofiq, A.Md., dan Hj. Suismu Deny R., S.Pd., M.H., BKP.
Pemilihan berlangsung tertib, terbuka, dan penuh suasana kekeluargaan, mencerminkan budaya musyawarah yang telah mengakar dalam tubuh koperasi berbasis syariah tersebut.
Kinerja Positif Jadi Modal Kepercayaan
Kepercayaan anggota kepada Suparman tak lepas dari capaian kinerja koperasi sepanjang Tahun Buku 2025. Dalam RAT yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai itu, pengurus memaparkan pertumbuhan koperasi yang dinilai solid dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan per 31 Desember 2025, total aset KSPPS Al Fath Winong Barokah tumbuh 15,44 persen, dari Rp2,23 miliar pada 2024 menjadi Rp2,57 miliar. Sementara total modal meningkat 7,92 persen hingga mencapai Rp578,92 juta, didorong kenaikan signifikan simpanan wajib anggota sebesar 30,81 persen.
Tak hanya itu, pendapatan koperasi melonjak 23,26 persen, menandakan aktivitas pembiayaan yang semakin sehat dan produktif. Tingkat perputaran modal juga mengalami peningkatan menjadi 71,96 persen, mencerminkan efektivitas pengelolaan dana anggota, termasuk pada sektor pembiayaan pendidikan dan usaha mikro syariah.
“Angka-angka ini bukan semata capaian manajemen, tetapi buah dari kepercayaan dan kedisiplinan anggota. Itulah kekuatan utama koperasi kita,” ujar Suparman dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa koperasi akan terus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketaatan pada nilai-nilai syariah, bukan semata mengejar sisa hasil usaha.
“Kami ingin koperasi ini menjadi ruang tolong-menolong yang menjauhkan riba, sekaligus menghadirkan keberkahan bagi seluruh anggota,” tegasnya.
Arah 2026: Tumbuh Sehat dan Tetap Syariah
Memasuki tahun buku 2026, pengurus menargetkan perluasan pembiayaan, menjaga stabilitas usaha, serta meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Anggota juga didorong aktif menyampaikan kritik dan saran sebagai bagian dari kontrol bersama.
Pembina KSPPS Al Fath Winong Barokah, H. Sugeng Rahardjo, mengingatkan bahwa kekuatan koperasi syariah terletak pada dua fondasi utama: profesionalisme dan kepatuhan terhadap syariat.
“Koperasi harus maju dan menguntungkan, tetapi tetap lurus dalam transaksi. Jangan sampai berlabel syariah, namun praktiknya menyisakan keraguan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran pengawas syariah serta konsultasi berkelanjutan agar seluruh aktivitas koperasi benar-benar terbebas dari unsur riba.
Rapat Anggota Tahunan ditutup dengan doa dan harapan agar KSPPS Al Fath Winong Barokah senantiasa diberi keberkahan, terus tumbuh sehat, dan semakin kokoh sebagai pilar penguatan ekonomi umat. (Ghoni)
Editor :JatengNews
Source : Istimewa