Sosialisasikan Jurus Regu Baku IPSI, PERSINAS ASAD Jateng Gelar Training of Trainer
JATENG NEWS | BOYOLALI — Pengurus Provinsi Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Jawa Tengah menggelar Training of Trainer (TOT) Pelatih Jurus Regu Baku Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada 17–18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Padepokan PERSINAS ASAD, Gagaksipat, Boyolali, ini diikuti sekitar 80 pelatih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Kegiatan ini menghadirkan Mukmin Ichwanto dan Sulthon Efendi (wasit juri nasional), serta Kawit Prayoga dan Ubaidillah Andri Wijaya (peraga Jurus Baku IPSI).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja PERSINAS ASAD Jawa Tengah tahun 2026 sekaligus upaya menyosialisasikan program IPSI mengenai Jurus Regu Baku. Melalui pelatihan ini, para pelatih diharapkan memahami teknik dan ketentuan jurus secara tepat, sehingga dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada para pesilat di daerah masing-masing.

TOT secara resmi dibuka oleh Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd., yang juga menjabat Wakil Ketua Pengprov IPSI Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Sutiyono menyampaikan bahwa kegiatan TOT menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya para pelatih PERSINAS ASAD. Penguasaan Jurus Regu Baku IPSI perlu diperkuat agar proses pembinaan pesilat berjalan lebih terarah, seragam, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap materi secara maksimal, serta menyampaikan kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada para pesilat di kabupaten dan kota masing-masing.
Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dapat menjangkau perguruan dan kelompok latihan di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan memperluas pemahaman tentang Jurus Regu Baku IPSI sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembinaan atlet pencak silat di Jawa Tengah.
Keikutsertaan sekitar 80 pelatih dari berbagai kabupaten dan kota menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesamaan pemahaman dalam pembinaan. Para pelatih memiliki peran penting sebagai ujung tombak yang menerapkan materi pelatihan secara berkelanjutan di wilayah masing-masing.

Selain penguasaan teknik, pembinaan PERSINAS ASAD juga menekankan pentingnya kedisiplinan, sportivitas, karakter, dan budi pekerti luhur. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik.
Melalui penyelenggaraan TOT Pelatih Jurus Regu Baku IPSI ini, PERSINAS ASAD Jawa Tengah berharap sosialisasi program IPSI semakin luas, kompetensi pelatih semakin meningkat, dan pembinaan pencak silat di daerah semakin berkualitas. Upaya tersebut sekaligus menjadi kontribusi dalam menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
(Humas PERSINAS ASAD Jawa Tengah)
Editor :JatengNews
Source : Jateng News