Singgih Januratmoko Perkuat Empat Pilar di Sukoharjo
Singgih Januratmoko (berdiri tengah)
JATENG NEWS | SUKOHARJO (30/9) – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan terus dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengingatkan kembali pentingnya Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam penyampaiannya, Singgih Januratmoko menekankan bahwa nilai-nilai Empat Pilar tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, membangun toleransi, serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.
“Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat jangan menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Masukan dan Saran Singgih Januratmoko
Dalam kesempatan itu, Singgih Januratmoko juga memberikan sejumlah masukan dan saran kepada masyarakat agar nilai-nilai Empat Pilar semakin kuat dalam kehidupan sosial.
Pertama, masyarakat diharapkan terus menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kedua, masyarakat diminta menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial. Perbedaan, menurutnya, harus dikelola melalui komunikasi dan sikap saling menghormati.
Ketiga, generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penguatan wawasan kebangsaan. Pendidikan Pancasila dan karakter kebangsaan perlu terus ditanamkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah persatuan.
Singgih juga menyarankan agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Informasi yang diterima hendaknya diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan, sehingga media sosial tidak menjadi sarana penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat menimbulkan konflik di masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Gedangan untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, TNI, Polri, atau lembaga negara. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan merawat kebinekaan,” demikian pesan Singgih.
Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, demokratis, dan berkeadaban.
Editor :JatengNews
Source : Jateng News