Soroti Bencana Sumatera, Singgih Januratmoko: Ini Momentum Memperkuat Empat Pilar Kebangsaan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko
SIGAPNEWS.CO.ID | Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, harus menjadi momentum untuk memperkuat implementasi “Empat Pilar Kebangsaan”, khususnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi “Empat Pilar Kebangsaan” di hadapan para tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen organisasi kemasyarakatan di Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (4/12/2025).
Menurut Singgih, musibah yang terjadi di berbagai kabupaten/kota di Sumatera tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan dampak sosial yang besar. Namun, ia menekankan, bangsa Indonesia memiliki modal utama untuk bangkit, yaitu budaya gotong royong yang merupakan pengejawantahan langsung dari sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta Persatuan Indonesia.
“Jiwa Pancasila mengajarkan kita untuk tidak tinggal diam ketika saudara kita tertimpa musibah. Sikap saling menolong, berbagi, dan bergotong royong adalah kekuatan bangsa ini sejak dulu. Inilah saatnya Empat Pilar benar-benar kita praktikkan, bukan hanya kita hafalkan,” ujar Singgih.
Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif spontan masyarakat, mulai dari penggalangan bantuan, penyediaan tempat pengungsian, hingga dapur umum yang diinisiasi warga dan organisasi sosial. Menurutnya, langkah-langkah ini menunjukkan bahwa semangat kebangsaan masih kuat di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Singgih meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam penanganan bencana, termasuk percepatan evakuasi, penyediaan logistik, dan upaya rehabilitasi jangka panjang. Namun, ia menekankan bahwa sebesar apa pun peran negara, dukungan masyarakat tetap menjadi elemen vital dalam pemulihan pascabencana.
“Empat Pilar — Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI — bukan hanya pedoman kenegaraan, tetapi panduan moral dalam bertindak. Ketika kita bersatu membantu sesama, di situlah nilai-nilai kebangsaan bekerja nyata,” tambahnya.
Pada akhir acara, Singgih mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk terus menghidupkan nilai gotong royong di lingkungan masing-masing, serta menjaga persatuan di tengah tantangan bencana dan dinamika sosial, “Bencana boleh mengguncang wilayah kita, tetapi semangat persatuan tidak boleh goyah. Dengan jiwa Pancasila, kita hadapi cobaan ini bersama-sama,” tutupnya.
Editor :JatengNews
Source : Jateng News