Kacab Bank Muamalat Klaten, Rizki Ilham Bongkar Cara Cerdas Siapkan Dana Haji, Warga Wajib Tahu!
Kepala Cabang Bank Muamalat Indonesia Kabupaten Klaten, Rizki Ilham (kemeja hitam)
Klaten – Kepala Cabang Bank Muamalat Indonesia Kabupaten Klaten, Rizki Ilham, menegaskan pentingnya perencanaan keuangan yang matang bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang digelar di Pendopo Marsudi Utomo, Pedan, Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, juga menekankan pentingnya transparansi dan optimalisasi pengelolaan dana haji.
“Dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji tidak hanya digunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga dikembangkan secara produktif untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujar Singgih.
Menanggapi hal tersebut, Rizki Ilham menyatakan bahwa kesiapan finansial menjadi salah satu kunci utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan terencana. Untuk itu, pihaknya menghadirkan program Rindu Haji 2026 sebagai solusi menabung yang terarah dan berkelanjutan.
“Program ini kami rancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan dana haji secara bertahap, dengan prinsip syariah serta kemudahan dalam perencanaan keuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui program tersebut masyarakat didorong untuk membangun kebiasaan menabung secara konsisten sejak dini, sehingga proses menuju pendaftaran haji dapat dilakukan tanpa beban finansial yang berat.
Selain itu, lanjutnya, program tersebut juga memberikan berbagai manfaat tambahan yang dapat menunjang kesiapan calon jamaah, baik dari sisi perencanaan maupun pengelolaan dana. "Terlebih lagi masyarakat tidak lagi perlu datang ke Bank, tapi kami pihak Bank yang akan datang ke rumah calon jamaah haji tersebut," Imbuhnya.
Rizki Ilham juga mengapresiasi peran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam mengelola dana haji secara transparan dan profesional.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana haji perlu terus dijaga melalui transparansi dan edukasi yang berkelanjutan. Sinergi antara lembaga keuangan syariah dan BPKH menjadi bagian penting dalam mendukung hal tersebut,” katanya.
Ia menilai, literasi keuangan haji masih perlu diperkuat agar masyarakat memahami alur pengelolaan dana, mulai dari setoran awal hingga pemanfaatan nilai manfaat yang dihasilkan.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Berbagai pertanyaan diajukan, terutama terkait mekanisme pengelolaan dana haji serta strategi menyiapkan biaya ibadah secara bertahap.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan haji yang matang, sekaligus memanfaatkan layanan perbankan syariah untuk mendukung terwujudnya ibadah haji yang aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah. (Rizal PM)
Editor :JatengNews
Source : JatengNews